Riset Ecoton Sebut 80% Ikan di Sungai Surabaya Mengandung Microplastik

0
80% Ikan di Sungai Kota Surabaya Mengandung Microplastik
80% Ikan di Sungai Kota Surabaya Mengandung Microplastik

Lindungi.com – Kondisi sungai di Kota Surabaya menurut penelitian yang dilakukan oleh Ecoton Indonesia dan sejumlah kampus di Kota Surabaya menemukan hasil penelitian yang mengejutkan. Bagaimana kondisi Ikan di Sungai Surabaya?

Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa 80% dari 133 sample Ikan di Sungai Surabaya yang diteliti sudah mengandung mikro plastik. Sebagian besar ikan yang diteliti adalah jenis herbivora. Plastik dalam saluran pencernaan ikan itu diidentifikasi karena tanaman-tanaman air yang dikonsumsinya sudah banyak mengandung mikro plastik.

Peneliti senior Ecoton Indonesia Andreas Agus Kristanto Nugroho juga menjelaskan ada dua jenis mikro plastik, yakni jenis primer dan sekunder.

Jenis primer adalah mikroplastik yang sengaja dibentuk untuk melengkapi produk-produk industri seperti bahan scrub, lulur, pencuci muka dan lain sebagainya. Adapun yang jenis sekunder adalah hasil degradasi jenis plastik yang bentuknya lebih besar (makro) seperti dari kantong plastik sekali pakai, gelas minuman kemasan, dan peralatan lain dari plastik yang telah mengurai menjadi lebih kecil karena proses alam.

“Mikro plastik memang tidak bisa dilihat secara nyata, butuh alat mikroskop untuk melihatnya,” jelas Andreas.

Di samping itu, ahli kimia Ecoton, Eka Chlara Budiarti memaparkan sifat dari mikro plastik. Ia memiliki keterikatan oval terhadap sesama jenisnya dan mudah bermigrasi terhadap senyawa di sekelilingnya. Seperti contoh, minuman kemasan dari bahan plastik selalu diberi keterangan masa expired. Keterangan tersebut tidak ditujukan pada airnya, tetapi pada bahan kemasannya.

“Dalam penelitian saya, jenis minuman yang menggunakan kemasan berbahan plastik, mikro plastik yang terkandung dalam kemasan akan bermigrasi dan terakulasi ke dalam air sesuai dengan para meter suhu dan masanya. Maka cukup berbahaya apabila minuman tersebut masuk dalam tubuh manusia,” ungkap Chlara.