Bangunan Ramah Lingkungan, Ciptaan Mahasiswa ITS

0
Bangunan Ramah Lingkungan, Ciptaan Mahasiswa ITS
Bangunan Ramah Lingkungan, Ciptaan Mahasiswa ITS

Lindungi.com – 3 Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November atau ITS Surabaya baru-baru ini menciptakan konsep bangunan ramah lingkungan, konsep tersebut dibuat atas inspirasi dari sarang rayap.

Ketiga mahasiswa ITS yang menciptakan konsep bangunan ramah lingkungan tersebut adalah Muhammad Yusril Bastian, Amaluddin Fajar, dan juga Akhmad Syarifudin. mereka adalah mahasiswa Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS.

Konsep sarang rayap tersebut dibuat untuk membantu mengatasi permasalahan lingkungan, seperti untuk mengatasi cuaca yang panas, banjir, pemukiman padat penduduk hingga membantu mengatasi masalah tata ruang.”Salah satunya adalah membantu mengatasi suhu panas di Indonesia,” ujar Muhammad Yusril Bastian, seperti dikutip Lindungi.com dari laman resmi ITS, Selasa (21/3/2020).

Baca juga : HIMPS FISIP Universitas Diponegoro, Kenalkan Ecobrick dan Mangrovestasi Kepada Para Pelajar

Konsep bangunan ramah lingkungan yang terinspirasi dari sarang rayap tersebut diharapkan dapat membantu menyelesaikan beberapa masalah yang selama ini kerap terjadi.

“Rumah ramah lingkungan diharap dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada,” ujarnya lagi.

Konsep bangunan sarang rayap sendiri adalah konsep bangunan yang bisa memberikan sirkulasi udara lebih baik pada sebuah rumah, ia dapat memungkinkan udara luar masuk kedalam rumah, selain itu dengan konsep ini suhu udara dalam rumah juga dapat ditekan, dengan begitu tak perlu lagi menggunakan alat pendingin udara atau AC.

Baca juga : Kesal Banyak Sampah Plastik di Laut, Siti Badriah Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Kresek

“Konsep ini sengaja dipilih agar bangunan terasa sejuk tanpa memakai alat pendingin ruangan, sarang rayap mampu menurunkan suhu sampai sepuluh derajat celcius” tambahnya.

3 Mahasiswa ITS Ciptakan Bangunan Ramah Lingkungan
3 Mahasiswa ITS Ciptakan Bangunan Ramah Lingkungan

Sarang rayap buatanya akan bekerja dengan cara suhu dari luar yang masuk kedalam rumah direduksi terlebih dahulu,setelah itu udara yang masuk akan disalurkan meuju ruangan-ruangan yang ada didalam rumah, dengan begitu suhu rumah akan terasa lebih dingin tanpa perlu menggunakan AC.

Didalam Konsep sarang rayap buatan mahasiswa ITS itu juga dilengkapi dengan sistem rainwater harvesting, dimana setiap air hujan akan ditampung kedalam bak khusus yang letaknya ada dibawah rumah.

hal inilah yang dapat membantu berkurangnya banjir, sebab dapat menampung air sebanyak 1,44 meter kubik per harinya, selain itu air yang ada dalam bak penampungan tersebut juga dapat digunakan untuk keperkuan sehari hari seperti mencuci dan menyiram tanaman.

“Banyak manfaat yang diperoleh dari penampungan air ini,” tuturnya.