Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Dalam Mobil, Yuk Coba!

0
Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Dalam Mobil
Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Dalam Mobil

Lindungi.com – Di tengah wabah Covid-19, banyak masyarakat yang ingin memeriksakan dirinya terkait dengan pemaparan Covid-19. Namun, mereka takut ke rumah sakit untuk melakukan deteksi dini Covid-19.Padahal, deteksi dini Covid-19 sangat penting dilakukan untuk melakukan penanggulangan dini terpaparnya Covid-19. bagaimana dengan Rapid Test Covid-19 ?

Saat ini, Primaya Hospital Group (d/h RS Awal Bros Group) yang berlokasi di Evasari Jakarta, Tangerang, Bekasi Barat, Bekasi Utara, Bekasi Timur, Karawang, Makassar, dan Betang Pambelum Palangka Raya secara serempak menyediakan paket pemeriksaan Rapid Test Covid-19 yang dapat dilakukan tanpa harus masuk ke gedung rumah sakit.

“Sebagai rumah sakit yang mengutamakan keselamatan dan keamanan pasien, kami memiliki berbagai paket pemeriksaan Covid-19 dengan prosedur kesehatan yang sesuai standar medis yang berlaku,” ujar dr. Ferdy D. Tiwow, SH. MS selaku Chief Executive Officer (CEO) Primaya Hospital Group.

Baca juga : PeduliLindungi, Aplikasi Buatan Pemerintah Untuk Lacak Jejak Pasien Virus Corona

Saat ini, Primaya Hospital menyediakan paket pemeriksaan praktis Covid-19 di dalam mobil bagi masyarakat tanpa perlu memasuki ruangan gedung rumah sakit. Pemeriksaan ini disebut dengan Pemeriksaan Rapid Test Antibodi (IgM / IgG)dengan metode Drive Thru dimana para pasien dapat melakukan pemeriksaan di dalam mobil.Pasien dapat melakukan pendaftaran pemeriksaan Rapid Test Antibodi Drive Thru melalui website www.primayahospital.com

“Walaupun berada di dalam mobil, pasien tetap harus menggunakan masker. Petugas akan mendatangi pasien, melakukan wawancara atau screening singkat, dan melakukan pengambilan sampel darah di dalam mobil,” ujar dr. Ferdy D. Tiwow, CEO Primaya Hospital Group.

Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Dalam Mobil
Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Dalam Mobil

Para pasien yag sudah mengambil darah tidak perlu menunggu hasil pemeriksaan di rumah sakit. Para pasien langsung dapat kembali ke rumah dan petugas Primaya Hospital akan mengirimkan hasil pemeriksaan melalui nomor WhatsApp atau alamat e-mail pasien dalam waktu maksimum 1×24 jam.

“Pemeriksaan ini lebih disarankan bagi seseorang dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP). Namun,Anda juga dapat melakukan pemeriksaan ini jika merasa memiliki gejala demam, batuk, atau sesak nafas meskipun tidak memiliki riwayat bepergian ke area terjangkitatau ada riwayat kontak dengan pasien Positif COVID-19,” ujar dr. Ferdy D. Tiwow, CEO Primaya Hospital Group.

Apabila hasil pemeriksaan negatif, maka pasien akan disarankan untuk melakukan tes ulang setelah 7 hari dari waktu pelaksanaan tes pertama. Namun, jika hasil pemeriksaan positif, maka pasien akan diinformasikan melalui telepon untuk mendapatkan saran pemeriksaan selanjutnya, baik konsultasi dengan dokter maupun tindakan-tindakan medis lainnya seperti Hematologi Lengkap, CRP, CT Scanatau Thorax, dan PCR Test atau Swab Test.

Baca juga : Wabah Corona, Sampah Masker Cemari Lingkungan, Pengamat Minta Pemerintah Bertindak

Pemeriksaan Rapid Test Antibodi bertujuan untuk melihat adanya Antibodi terhadap virus SARS-CoV2 penyebab munculnya Covid-19. Pengambilan sampel untuk pemeriksaan Antibodi Ig M dan Ig G SARS Cov2 adalah dengan mengambil sampel darah pasien. Pengambilan sampel darah dapat melalui darah kapiler (ujung jari) maupun dari darah vena (misal darah di bagian lengan).

“Jika di dalam tubuh terdapat infeksi virus, maka tubuh akan membentuk antibodi IgM dan IgG terhadap virus SARS-Cov2 dan atibodi tersebut akan terdeteksi pada pemeriksaan terhadap sampel darah pasien,” ujar dr. Ferdy D. Tiwow, CEO Primaya Hospital Group.

Dr. Ferdy D. Tiwow, CEO Primaya Hospital menambahkan bahwa pembentukan antibodi Ig M dan Ig G terhadap infeksi virus memerlukan waktu. Ig M akan terdeteksi 3-7 hari setelah infeksi dan Ig G akan terdeteksi setelah 8-10 hari setelah infeksi. Dikarenakan hal tersebut,dokter yang melakukan pemeriksaan akan mencocokkan gejala klinis yang dialami pasien dengan hasil Rapid Test dan akan memberikan informasi lebih lanjut terhadap hasil tes.