Lindungi.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Bina Marga DKI berencana akan mengizinkan para pedagang kaki lima atau PKL berjualan di atas trotoar.

Meski banyak menimbulkan kontroversi karena dianggap akan mengganggu hak pejalan kaki, Pemprov tetap bersikeras kebijakan tersebut punya dasar hukum yang jelas.

Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho mengatakan trotoar dengan lebar 5 meter bisa multifungsi salah satunya adalah mengizinkan PKL berjualan diatas trotoar.

Meski begitu ia mengatakan tak semua PKL akan diizinkan berjualan diatas trotoar, PKL yang ingin berjualan diatas trotoar diwajibkan harus ramah lingkungan. 

“Pinginnya PKL yang ramah lingkungan, tidak tetap di situ tapi ada sistem shift atau waktu berganti. Pagi, siang, malamnya ganti lagi. Jadi ini baru dibahas,” ujar Hari Nugrogo seperti dilansir Lindungi.com pada Kamis (24/10/2019).

Meski begitu dirinya belum dapat menjelaskan kategori PKL ramah lingkungan seperti apa yanh dimaksudkan.

Ia hanya menjelaskan PKL akan ditata dengan rapi disepanjang jalan seperti Sudirman dan Thamrin.
“Jalan kaki dari Thamrin ke Sudirman, jalan luas tapi enggak ada satu pun penjual. Enggak lengkap kan? Pokoknya begitu ada itu kita duduk, ada semacam food truck, kan enak melengkapi,” pungkasnya.