lindungitcom
lindungitcom

Lindungi.comMembuka portal-portal berita beberapa waktu belakangan, hampir semuanya dipenuhi isu politik. Pesta demokrasi yang sebentar lagi digelar, menyedot perhatian media dan masyarakat. Generasi millenial yang lekat dengan gadget menjadi konsumen utama pemberitaan tersebut. Topik obrolan di tengah masyarakat, terutama media sosial, tak jauh-jauh dari politik. Masa pun menjadi begitu mudah terhubung.

Sementara begitu banyak orang menyuarakan baik dukungan maupun kritiknya pada entitas politik tertentu, sejumlah anak muda melihat peluang ini untuk menyuarakan isu berbeda.


Suksesnya media sosial mengumpulkan suara dan aksi untuk pilihan politik tertentu, mendorong mereka untuk memanfaatkan media online demi memperjuangkan lingkungan.

Dengan mendirikan Lindungi.com, mereka berharap dapat menjangkau banyak millenial untuk bergerak melakukan aksi bagi lingkungan.

“Melalui Lindungi.com, kami ingin menyajikan berita-berita yang bisa menjadi inspirasi untuk beraksi melindungi lingkungan,” ujar CEO Lindungi.com, Bagus Setiawan.

Ia menambahkan isu lingkungan kurang populer dan tidak selalu mendapat tempat di media mainstream, kecuali isu-isu besar.

“Karena itu, kami merasa perlu menyediakan media khusus yang hanya membahas lingkungan saja. Mulai dari hal-hal yang sederhana seperti tips gaya hidup sampai pada kebijakan politik lingkungan, sains, dan banyak lagi,” tambahnya.

Lindungi.com membagi isu lingkungan yang diangkat ke dalam beberapa desk, yaitu Beauty, Green Living, Culture, Food, Waste, Animal, Health, Tech, Science, Green Policy, Transportation, dan Community.

Public Relations Lindungi.com, Egi Pranajaya, menyampaikan Community adalah ruang bagi komunitas-komunitas lingkungan untuk mempublikasikan proyek-proyek mereka. Selain artikel, tambah Egy, Lindungi.com juga menyajikan informasi melaui infografis, foto, dan video.

“Kami berusaha menyajikan seringan mungkin, sehingga dapat sampai dengan mudah ke teman-teman milenial.” lanjutnya.

Para pendiri Lindungi.com adalah empat orang pemuda yang sebelumnya mengenyam kuliah di Yogyakarta, di lima kampus berbeda. Sejak mahasiswa, mereka aktif terlibat dalam organisasi lingkungan. Beberapa dari mereka menginisiasi berdirinya Youth for Climate Change DIY, organisasi lingkungan mahasiswa, yang masih beregenerasi hingga kini.

Keenamnya kini bekerja di berbagai bidang pekerjaan. “Setelah lulus kuliah dan bekerja, kami sudah jarang melakukan kampanye lingkungan. Lindungi.com menjadi sarana bagi kami untuk menjawab panggilan jiwa kami beraksi bagi lingkungan,” ujar Zahid Ali Rohman yang menangani urusan IT Lindungi.com.